PELATIHAN PEMBUATAN RAMUAN OBAT TRADISIONAL DENGAN MEMANFAATKAN KUNYIT DAN DAUN KETAPANG PADA MASYARAKAT KAMPUNG CABANG 2 KELURAHAN AMBAN
PELATIHAN PEMBUATAN RAMUAN OBAT TRADISIONAL DENGAN MEMANFAATKAN KUNYIT DAN DAUN KETAPANG PADA MASYARAKAT KAMPUNG CABANG 2 KELURAHAN AMBAN
Abstrak
Tumbuhan obat adalah seluruh spesies tumbuhan obat yang diketahui dan dipercaya mempunyai khasiat sebagai obat secara tradisional sehingga dapat digunakan sebagai upaya pengobatan mandiri. kampung Cabang 2, kel Amban adalah salah satu Kampung yang terletak di Kab. Manokwari, Papua Barat. Mayoritas penduduk kampung memiliki pekarangan dan kebun yang luas dikarenakan penduduk kampung umumnya adalah petani. Di sekitar lingkungan mereka banyak tumbuhan pohon ketapang dan di sekitar halaman masyarakat banyak tanaman kunyit belum dimanfaatkan secara optimal. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat, khususnya warga Kampung Cabang 2, kel. Amban, tentang berbagai macam tumbuhan obat dan cara pemanfaatan tumbuhan obat khusunya pada daun ketapang dan kunyit, untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit ringan, serta cara penggunaan dan dosis yang tepat. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah menggunakan ceramah yang sifatnya mengedukasi para peserta yang terdiri dari beberapa warga kampung dan memberikan pelatihan praktek langsung secara bersama-sama. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat kampung Cabang 2, kel Amban yang hadir pada saat kegiatan pengabdian tentang pelatihan pembuatan ramuan obat tradisional dengan memanfaatkan kunyit dan daun ketapang pada masyarakat kampung cabang 2, kelurahan amban. Hal ini terlihat dari kemampuan para peserta saat diskusi berlangsung dan dapat menjawab atau memberikan penjelasan ketika tim pelaksana bertanya.
Referensi
Dalimartha, S. (2007). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Retrieved from
Departemen Kesehatan RI. (2007). Pedoman Penggunaan Obat Bebas dan Bebas Terbatas. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
Harahap, N. A., Khairunnisa, & Tanuwijaya, J. (2017). Tingkat Pengetahuan Pasien dan https://doi.org/10.1017/s175173110800373x.25 9.
Nurmayulis & Hermita, N. (2015). Potensi tumbuhan obat dalam upaya pemanfaatan lahan pekarangan oleh masyarakat desa Cimenteng kawasan Taman Nasional Ujung Kulon. Agrologia. Prosiding Seminar Nasional Lahan Basah. Rasionalitas Swamedikasi di Tiga Apotek Kota Panyabungan. Jurnal Sains Farmasi & Klinis.
Radam, R., Soendjoto. M.A., & Prihatiningtyas, E. (2016). Pemanfaatan tumbuhan yang berkhasiat obat oleh masyarakat di Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan.
Rahim, Kandowangko, & Uno. (2013). Identifikasi Tumbuhan Berkhasiat Obat yang Digunakan oleh Pengobatan Tradisional di Suku Bajo di Desa Torosiaje. Laporan Penelitian. Fakultas MIPA Universitas Negeri Gorontalo.
Tjitrosoepomo, G. (2005). Taksonomi Tumbuhan Obat-obatan. Cetakan ke-2. Yogyakarta. Gadjah Mada University Press.
Van-Steenis, C. G. G. J. (2005). Flora. Jakarta: Pradnya Paramita.
Yulianti, E. (2009). Peran Tanaman Obat sebagai Agen Antikanker. Seminar Nasional Biologi Yogyakarta.
Zuhud E. A. M. & Haryanto. 2004 Pelestarian Pemanfaatan Keanekaragaman Tumbuhan Obat Hutan Tropika 63 Indonesia. Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan Fakultas Kehutanan IPB, Lembaga Alam Tropika Indonesia. Bogor.

Jurnal Pengabdian Masyarakat by http://ojs.stkippgri-lubuklinggau.ac.id/index.php/JPM is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




