DESAIN DIDAKTIS KONSEP BANGUN RUANG MATERI KUBUS UNTUK KELAS V SEKOLAH DASAR

  • Maya Puspitasari Universitas PGRI Palembang, Indonesia
  • Nyiayu Fahriza Fuadiah Universitas PGRI Palembang, Indonesia
  • Murjainah M. Universitas PGRI Palembang, Indonesia
Kata Kunci: Desain Didaktis, Learning Obstacle, Materi Kubus

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk membuat desain didaktis pada konsep bangun ruang materi kubus di kelas V SD berdasarkan Learning Obstacle (LO). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif dengan metode DDR (Didactical Design Research) yang mencakup tiga tahapan, yaitu analisis prosfektif, analisis metapedadidaktik, dan analisis retrosfektif. Tahap analisis prosfektif mengidentifikasi Learning Obstacle dialami siswa pada materi kubus, antara lain: 1) Ontogenic Obstacle, seperti kurangnya minat siswa terhadap pembelajaran matematika, hanya 50% siswa di kelas yang menyukai pembelajaran matematika dan kurangnya penguasaan siswa pada materi prasyarat; 2) Didactical Obstacle, yaitu metode pembelajaran yang digunakan masih monoton, media pembelajaran kurang variatif dan bahan ajar yang digunakan kurang lengkap; 3) Epistemological Obstacle, yaitu siswa tidak memahami cara menentukan volume kubus, siswa tidak memahami strategi penyelesaian soal terkait kubus satuan. Berdasarkan hasil temuan LO, disusun Hypotethical Learning Trajectory (HLT) yang kemudian dirancang desain didaktis hipotetik pada konsep bangun ruang materi kubus yang mencakup empat tujuan pembelajaran yaitu menentukan luas persegi, menganalisis unsur-unsur bangun ruang kubus, menentukan volume bagun ruang kubus, dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan volume bangun ruang kubus dengan menggunakan satuan volume. Desain didaktis diterapkan dengan metode permainan snowball throwing dan flashcard. Setelah desain didaktis diimplementasikan, diperoleh hasil LO dari tes identifikasi akhir yang mengalami penurunan dibandingkan dengan LO pada tes diagnostik. Desain didaktis merupakan salah satu alternatif pembelajaran yang efektif dalam mengurangi munculnya LO pada konsep bangun ruang materi kubus di kelas V sekolah dasar.

Referensi

Firdaus, R., Nuryani, P., & Fitriani, A. D. (2020). Learning Trajectory Matematika Siswa Sekolah Dasar pada Materi Skala Berdasarkan Hasil Belajar. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 73-83.
Fuadiah, N. F. (2017). Hypothetical Learning Trajectory Pada Pembelajaran Bilangan Negatif Berdasarkan Teori Situasi Didaktis di Sekolah Menengah. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 13-24.
Husein. (2020). Kesulitan Belajar pada Siswa Sekolah Dasar: Studi Kasus pada Sekolah Dasar Muhammaddiyah Karangwaru Yogyakarta. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 56-67.
Neolaka, A., & Neolaka, G. A. (2017). Landasan Pendidikan. Jakarta: Kencana.
Nurdiana, I., & Murjainah. (2017). Hubungan Penggunaan Media Scrapbook dengan Motivasi Belajar Geografi Siswa Kelas VII di SMP Negeri 41 Palembang. Edutech, 274-287.
Putri, B. B., Muslim, A., & Bintaro, T. Y. (2019). Analisis Faktor Rendahnya Minat Belajar Siswa Kelas V di SD Negeri 4 Gumiwang. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 68-74.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2020). Metode Penelitan Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Suryadi, D. (2019). Monograf 2 : Didactical Design Research (DDR). Bandung: Gapura Press.
Suryadi, D. (2019). Penelitian Desain Didaktis (DDR) dan Implementasinya. Bandung: Gapura Press.
Susanto, A. (2019). Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah. Jakarta : Kencana Prenadamedia Group.
Widiawati, W. (2020). Desain Didaktis Konsep Volume Balok dan Kubus untuk Mengembangkan Kemampuan Abstraksi Matematis Siswa Kelas V Sekolah Dasar. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
Zulfikar, H. A., Suryana, Y., & Lidinillah, D. A. (2018). Desain Didaktis Volume Kubus dan Balok untuk Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas V Sekolah Dasar. Pedadidaktika: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 62-73.
Diterbitkan
2021-12-30