Teknik Field Trip dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Feature yang Berkearifan Lokal pada Siswa SMA
Abstrak
Menulis feature masih menjadi suatu yang sulit bagi siswa SMA terutama dalam menuangkan gagasan dengan cara mengisahkan fakta yang singkat, jelas, dan menarik. Untuk itu, diperlukan teknik yang tepat dalam mengajarkan feature. Salah satu teknik yang diharapkan membantu mahasiswa mampu menulis feature yaitu teknik field trip. Untuk itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan teknik field trip dalam meningkatkan kemampuan menulis feature yang berkeraifan lokal pada siswa SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas. Proses penelitian tindakan terdiri dari prosedur empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, pengembangan, dan refleksi. Berdasarkan data pra test dan dua kali siklus, penggunaan teknik field trip dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menulis feature. Peningkatan tersebut dapat dilihat pada ketercapaian KKM yaitu mencapai nilai 75 dari pra siklus berjumlah 7 orang peserta didik atau 41%, siklus I terdapat 13 orang peserta didik yang tuntas atau 76%, kemudian siklus II terdapat 17 orang peserta didik tuntas atau 100%. Sedangkan yang belum mencapai KKM mengalami penurunan dari pra siklus sebesar 59%, siklus I sebesar 24%, dan siklus II menjadi 0%. Untuk itu, teknik field trip direkomendasikan bisa diterapkan dalam pembelajaran menulis pada jenjang SMA dan sederajat dengan memberikan teks yang memiliki unsur kearifa lokal.
Referensi
Dalman. (2014). Keterampilan Menulis. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
Fadely, M. (2018). Pengembangan Modul Menulis Feature dengan Pendekatan Saintifik. Sirok Bastra, 4(1). doi:10.37671/sb.v4i1.76
Isnawijayanti. (2013). Pengantar Penulisan Feature. Bandung: Widya Padjajaran.
Jaswandi, J. (2020). Meningkatkan Keterampilan Menulis Karangan melalui Metode Field Trip Siswa SMPN 4 Tapung Hilir. Journal of Education and Teaching, 1(1), 81. doi:10.24014/jete.v1i1.9204
Juwito. (2008). Menulis Berita dan Feature. Surabaya: Unesa University Press.
Kemmis, S., McTaggart, R. & Nixon, R. (2014). The Action Research Planner. New York: Springer. Available at: http://dx.doi.org/10.1007/978-981-4560-67-2.
Lesmana, F. (2010). Feature: Tulisan Jurnalistik yang Kreatif. Yogyakarta: CV Andi Offset.
Mappatoto, A. B. (1999). Teknik Penulisan Feature. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Mertler, C. A. (2014). Penelitian Tindakan Kelas: Meningkatkan Sekolah dan Memberdayakan Pendidik. Jakarta: PT Indeks.
Novrizta, D. (2018). Hubungan Antara Minat Membaca dengan Keterampilan Menulis Karangan Narasi Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran, 1(1), 104–124. doi:10.31004/jrpp.v1i1.168
Nurhaedah, N., & Pagarra, H. (2017). Efektivitas Metode Field Trip dalam Meningkatan Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi Murid SD. RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 10(2), 85. doi:10.26858/retorika.v10i2.4853
Oetomo, B. S. D. (2016). Pelatihan Menulis Berita, Feature dan Opini. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat - Sendimas 2016. doi:10.21460/sendimas2016.2016.01.37
Pratiwi, R. A. (2021). Hubungan Keterampilan Membaca Fiksi dengan Keterampilan Menulis Cerpen Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Kecamatan Pangkalan. KANDE: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 1(1), 101. doi:10.29103/jk.v1i1.3409
Santana. (2005). Menulis Feature. Jakarta: Pustaka Quraisy.
Siswanto, W. & Ariani, D. (2016). Model Pembelajaran Menulis Cerita. Bandung: Reflika Aditama.
Suharsono, D. D. (2020). Pengembangan Bahan Ajar Menulis Feature berdasarkan Hasil Analisis Kebutuhan Belajar Mahasiswa Program Jurnalistik di Universitas Negeri Malang. Jurnal Kiprah, 8(1), 27–37. doi:10.31629/kiprah.v8i1.1968
Trisnawati, T. (2017). Pengaruh Metode Field Trip terhadap Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Pandeglang. Basastra, 6(4), 200. doi:10.24114/bss.v6i4.8187
Yanti, Z. P. (2020). Hubungan Kemampuan Membaca Pemahaman dengan Kemampuan Menulis Dongeng melalui Strategi Reproduksi. Bahastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(2), 76–81. doi:10.30743/bahastra.v4i2.2669









