Analisis Kesantunan Berbahasa dalam Film Animasi Nussa dan Rara Dimanfaatkan sebagai Bahan Ajar Pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Kelas XII
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil analisis kesantunan berbahasa film animasi Nussa dan Rara mengenai prinsip kesantunan. Subjek dari penelitian ini yaitu film animasi Nussa dan Rara. Sedangakan, objek dalam penelitian ini yaitu bentuk tuturan yang mengandung kesantunan berbahasa dan menganalisis indikator maksim kesantunan berbahasa yang diduga terdapat pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan bahasa sesuai yang disampaikan oleh Leech. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode simak. Teknik simak yang dilakukan yaitu menyimak bahasa yang digunakan oleh penutur untuk diteliti bahasanya, selanjutnya menggunakan teknik lanjutan yaitu teknik simak bebas libat cakap artinya peneliti hanya berperan sebagai pengamat penggunaan bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tuturan yang terdapat dalam film animasi Nussa dan Rara mengandung prinsip kesantunan berbahasa, baik maksim kedermawanan, maksim permufakatan, maksim kebijaksanaan, maksim penghargaan, maksim kesimpatisan, maksim kesederhanaan. Akan tetapi, ada juga 1 tuturan melanggar maksim permufakatan, 2 tuturan yang melanggar maksim kesederhanaan, dan 1 tuturan yang melanggar maksim kedermawanan. Hasil dari analisis film animasi Nussa dan Rara akan dimanfaatkan sebagai bahan ajar di sekolah dalam pembelajaran kesantunan berbahasa SMA kelas XII di kelas peminatan bahasa.
Referensi
Chaer, A. (2010). Kesantunan Berbahasa. Jakarta: Rineka Cipta.
Helvianie, W. (2016). “Kesantunan Berbahasa pada Novel Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin Karya Tere Liye”. Skripsi. Palembang: Universitas Sriwijaya.
Jauhari, A. (2018). Realisasi Kesantunan Berbahasa dalam Proses Belajar Mengajar Bahasa Indonesia Kelas XI SMK Realisasi. Diksi, 25(1). doi:10.21831/diksi.v25i1.18851
Kurniawati, E. (2005). “Kesantunan Berbahasa dalam Film Kartun Shincan dan Doraemon”. Skripsi. Semarang: Unnes.
Leech, G. (1993). Prinsip-Prinsip Pragmatik (Edisi Terjemahan oleh M. D. D.Oka). Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Moleong, L. J. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Nadar, F.X. (2009). Pragmatik dan Penelitian Pragmatik. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Official, Nussa. (2020). Nussa: Chef Rarra. Youtube: Official Nussa. https://www.youtube.com/watch?v=6eyXM45wC6Q
Pratama, D.H.P. (2019). “Analisis Kesantunan Berbahasa Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 2 Labuapi”. Skripsi. Mataram: Universitas Muhammadiyah Mataram. https://repository.ummat.ac.id/554/
Rahardi, R. K. (2015). Pragmatik Kesantunan Imperatif Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Wijana, I.D.P. & Rohmadi, M. (2009). Analisis Wacana Pragmatik: Kajian Teori dan Analisis. Surakarta: Yuma Pustaka.
Wulandari, R. (2016). Kesantunan Berbahasa pada Acara Mata Najwa di MetroTV. Skripsi. Universitas Negeri Semarang.
Yayuk, R. (2018). Realisasi Pelanggaran Maksim Kebijaksanaan dalam Tuturan Manyaru Bahasa Banjar. Sirok Bastra, 5(1). doi:10.37671/sb.v5i1.95









