Strukturalisme Genetik dalam Novel Alita @ Heart Karya Dewie Sekar
Abstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aspek struktural dan sosial budaya dalam novel Alita @ Heart karya Dewie Sekar melalui analisis strukturalisme genetik. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosiologi dengan menggunakan analisis strukturalisme genetik. Objek penelitian ini adalah novel Alita @ Heart karya Andrea Hirata. Data diperoleh dengan teknik membaca dan mencatat. Instrumen penelitian yaitu peneliti dibantu dengan tabulasi data yang menjelaskan batasan masalah. Data dianalisis dengan langkah-langkah: 1) membaca dan memahami novel, 2) mengidentifikasi data, 3) mengkaji unsur struktural yang terdapat dalam novel, 4) mengkaji kondisi sosial dan budaya masyarakat yang hidup pada masa karya sastra tersebut diciptakan, 5) mengkaji latar kehidupan sosial dan budaya pengarang yang mempengaruhi pandangan dunianya terhadap penciptaan novel, dan 6) menarik kesimpulan dari data yang diperoleh. Dari hasil analsis ini dapat diketahui bahwa pada aspek struktural yaitu alur yang terdiri dari alur buka, alur tengah, alur puncak, dan alur tutup. Dalam novel ini terdapat empat tokoh utama yaitu Alita, Yusa, Abel, dan Gading. Sedangkan tokoh tambahan meliputi Mama, Papa, Delita, Dayana, Lee, Juno, Ava, Rama, dan Aldo. Latar tempat yang digunakan meliputi kantor, kios, resto, rumah, Bali, Surabaya, dan Jakarta. Kemudian, latar waktu yang digunakan adalah masa lalu dan sehari-hari. Pada aspek kondisi sosial dan budaya masyarakat Jakarta yang diangkat dalam novel ini adalah kondisi masyarakat yang terjebak dalam kehidupan yang penuh dengan kesibukan aktivitas kerja, kemacetan, dan percintaan.
Referensi
Anggraini, N. (2019). Analisis Strukturalisme Genetik dalam Novel Midah Simanis Bergigi Emas Karya Pramoedya Ananta Toer. Ksatra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra, 1(2), 27–40. doi:10.52217/ksatra.v1i2.326
Basid, A., & Aulia, I. N. (2018). Ideologi Feminisme dalam Novel Zeina Karya Nawal El Saadawi Berdasarkan Perspektif Strukturalisme Genetik Lucius Goldmann. Diksi, 25(1). doi:10.21831/diksi.v25i1.14771
Lestari, S. (2020). Sosok Perempuan Jawa dalam Novel GGA Prespektif Amangkurat I: Tinjauan Strukturalisme Genetik. Suar Betang, 15(1), 95–106. doi:10.26499/surbet.v15i1.153
Noermanzah, N. N. (2017). Plot in a Collection of Short Stories “Sakinah Bersamamu” Works of Asma Nadia with Feminimism Analysis. Humanus, 16(1), 28. doi:10.24036/jh.v16i1.7015
Nurgiyantoro, B. (2010). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Ratna, N. K. (2008). Teori Metode dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Saryono. (2009). Pengantar Apresiasi Sastra. Malang: Universitas Negeri Malang.
Sayuti, S. A. (2000). Berkenalan dengan Prosa Fiksi. Yogyakarta: Gama Media.
Semi, M. A. (1993). Anatomi Sastra. Bandung: Angkasa Raya.
Sugianto, I., & Huda, N. (2017). Strukturalisme Genetik dalam Cerpen Slum Karya Hanif Nashrullah. Fonema, 4(1). doi:10.25139/fonema.v4i1.413
Sulaeman, A., Goziyah, Purawinangun, I.A., Noermanzah. (2020). Social Value in the Novel Hatta: Aku Datang karena Sejarahby Sergius Sutanto as Teaching Materials in Teaching Literature in Schools. International Journal of Scientific and Technology Research, 9(3). 611-612. http://www.ijstr.org/paper-references.php?ref=IJSTR-0320-32332
Sundari, I. (2015). Analisis Strukturalisme Genetik Novel Perahu Kertas Karya Dewi Lestari. Diksa : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 1(2), 28–40. doi:10.33369/diksa.v1i2.3177
Syarifuddin, S. (2020). Perwatakan Tokoh Pergerakan Feminisme dalam Novel Ahlâm Al-Nisâ Al-Harem Karya Fatima Mernissi (Sebuah Kajian Strukturalisme Genetik). Jurnal Adabiya, 21(2), 46. doi:10.22373/adabiya.v21i2.6610
Wicaksono, A. (2017). Kearifan pada Lingkungan Hidup dalam Novel-Novel Karya Andrea Hirata (Tinjauan Strukturalisme Genetik). JENTERA: Jurnal Kajian Sastra, 5(1), 7. doi:10.26499/jentera.v5i1.346
Yuhdi, A. (2018). Pandangan Dunia Pengarang untuk Pembangunan Indonesia Baru dalam Novel Layar Terkembang: Kajian Strukturalisme Genetik. Asas: Jurnal Sastra, 7(1). doi:10.24114/ajs.v7i1.9479









