PEMANFAATAN BARANG BEKAS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN KOSA KATA BAHASA INGGRIS
Abstrak
Komponen pembelajaran dibutuhkan untuk mendukung proses belajar yang efektif dan efisien. Salah satu komponen tersebut adalah media. Hasil temuan penelitian lain menemukan minimnya pemanfaatan media dalam pengajaran bahasa Inggris untuk anak usia dini, khususnya pengajaran kosa kata. Oleh karena itu, pengabdian ini bermaksud untuk membekali keterampilan dan kreatifitas guru dalam pembuatan media pembelajaran bahasa Inggris dengan menggunakan barang-barang yang ada di lingkungan sekitar, terutama barang bekas seperti kardus, botol air minum kemasan, kertas, sedotan, dll. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah pelatihan. Pelatihan diberikan pada guru-guru bahasa Inggris di Desa Jalancagak, Subang pada 10 Agustus 2019. Hasilnya, pada dasarnya guru mampu dan cukup kreatif dalam memanfaatkan barang bekas sebagai media pembelajaran. Beberapa media ajar yang dihasilkan adalah ular tangga, papan huruf, dan wayang mobil. Namun, hal ini harus terus dimotivasi dan dikembangkan sehingga tercipta pembelajaran yang inovatif dan atraktif. Media pembelajaran dari barang bekas, bagaimanapun, memiliki keunggulan yang tidak kalah dari media pembelajaran berbasis teknologi. Selain biaya yang murah, aturan main dari pemanfaatan barang bekas ini sangat mudah dan familiar bagi siswa. Selain itu, guru juga dapat mengembangkan kreatifitas siswa dengan mengajak mereka bersama-sama membuat media dari barang bekas.
Referensi
Cameron, L. (2001). Teaching Languages to Young Learners. Cambridge: Cambridge University Press.
Ekayanti, P. (2017). Pentingnya Penggunaan Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa. Tersedia pada https://www.researchgate.net/publication/315105651
Hatch, E. & Brown, C. (1995).Vocabulary, Semantics, and Language Education. Cambridge: Cambridge University Press.
Kilic, M. (2019). Vocabulary Knowledge as a Predicator of Performance in Writing and Speaking: A Case of Turkish EFL Learners. Diakses pada 1 Agustus 2019. Tersedia pada http://www.culi.chula.ac.th/publicationsonline/files/article/u6dAOH6UZ9Mon104354.pdf
Lee, J.Y & Wong, A. (2017). The Relationship Between Leisure Reading Habits, Vocabulary, and Writing of English Language Learners (ELLs). Diakses pada 1 Agustus 2019. Tersedia pada http://www.leia.org/LEiA/LEiA%20VOLUMES/Download/LEiA_V8_I2_2017/LEiA_V8I2A03_Lee_Wong.pdf
Mutohhar. (2009). Teaching English for Young Learners (TEYL) Misunderstanding about TEYL in Elementary School. Retrieved on August 6, 2014, from: http://id.scribd.com/doc/97613317/
Prasetyo, M.A. (2017). Barkas (Barang Bekas) Sebagai Media Pembelajaran Tepat Guna Untuk Pembelajaran Bahasa Inggris. Diakses pada 6 Agustus 2019. Tersedia pada https://guraru.org/wp-content/uploads/2017/05/Artikel-BARKAS.rtf
Riyana, C. (2008). Konsep dan Aplikasi Media Pembelajaran. Makalah pada Kegiatan Pengabdia pada Masyarakat.
Sen, Y & Kuleli, M. (2015). The Effect of Vocabulary Size and Vocabulary Depth on Reading in EFL Context. Diakses pada 1 Agustus 2019. Tersedia pada https://pdf.sciencedirectassets.com/277811/1-s2.0-S1877042815X00371/1-s2.0
Smaldino, E.S., Lowther, L.,D., & Russell, D.J., (2007). Instructional Technology and Media for Learning. New Jersey: Pearson Prentice Hall.
Sukmahidayanti, T. (2015). The Utilization of Instructional Media in Teaching English to Young Learners (A Case Study of an Elementary School Teacher in Bandung). Journal of English and Education 2015, 3(2), 90-100.

Jurnal Pengabdian Masyarakat by http://ojs.stkippgri-lubuklinggau.ac.id/index.php/JPM is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






