IMPLEMENTASİ MODEL PHENOMENA BASED-INTERACTİVE CONCEPTUAL INSTRUCTİON (PB-ICI) DALAM PEMBELAJARAN IPBA UNTUK MENİNGKATKAN PENALARAN ILMİAH

  • Henny Johan Pascasarjana Pendidikan IPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan, Universitas Bengkulu
  • Afrizal Mayub Pascasarjana Pendidikan IPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan, Universitas Bengkulu
  • Rendy Wikrama Whardana Pascasarjana Pendidikan IPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan, Universitas Bengkulu
  • Umaya umaya Pascasarjana Pendidikan IPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan, Universitas Bengkulu
  • Devica wati Pascasarjana Pendidikan IPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan, Universitas Bengkulu
Kata Kunci: Penalaran, Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa, Model Pb-ICI

Abstrak

Fisika merupakan ilmu yang bersifat melibatkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap fenomena alam yang kemudian dipecahkan dengan menggunakan metode ilmiah. Program pembelajaran dirancang untuk dapat meningkatkan keterampilan bernalar ilmiah salah satunya dengan menggunakan model pembelajaran Phenomena Based-Interactive Conceptual Instruction (PB-ICI). Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan model pembelajaran Phenomena Based-Interactive Conceptual Instruction (PB-ICI) guna meningkatkan penalaran ilmiah mahasiswa melalui matakuliah IPBA. Penelitian ini menggunakan kuasi eksperimen, meliputi tahap pra eksperimen, eksperimen, dan analisis data eksperimen. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa penalaran mahasiswa tersebar  pada kategori penalaran induktif-deduktif sebesar 30%), penalaran dengan bukti sebesar 33%, penalaran dengan data sebesar 33%, tidak ada penalaran 3%, dan tidak terdefinisi 0%. Efektivitas pembelajaran IPBA dalam menanamkan penalaran ilmiah berada pada kategori sedang dengan persentase sebaran sebesar 63%. Berdasarkan data hasil tersebut dapat diinterpretasikan bahwa mahasiswa telah mampu mengorganisasi berbagai pengetahuan baik berupa konsep, teori, hukum, prinsip maupun data dan fakta untuk menjelaskan suatu fenomena bumi dan antariksa secara komprehensif. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPBA menggunakan model PB-ICI dapat melatih keterampilan bernalar. Setelah kegiatan pembelajaran, 63% dari total mahasiswa memiliki penalaran yang berada pada kategori penalaran induktif-deduktif dan penalaran dengan bukti.

Referensi

Costa, AL. (1988). Developing Mind : A Resource Book for Teaching Thinking. Alexandria : ACCD.
Doyan, A., dan I.K.Y. Sukmantara. (2014). Pengembangan Web Intranet Fisika untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep dan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMK. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia. 10(2), 117-127.
Furtak, E. M., Hardy, I., Beinbrech, C., Shavelson, R. J. & Shemwell, J. T. (2010). A framework for analyzing evidence-based reasoning in science classroom discourse. Educational Assessment, 15(3), 175–196.
Exline. (2004). Workshop: Inquiry-Based Learning (Online). Tersedia dalam: http://www.thirteen.org/edonline/concept2class/inquiry/index_sub2.html.
Johan, H. (2014). Pembelajaran Model Search, Solve, Create And Share (SSCS) Problem Solving Untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Mahasiswa Pada Materi Listrik Dinamis. Jurnal Pengajaran MIPA, 19(1): 103-110
Kanginan, M. (2013). Fisika Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta : Erlangga.
Mulyasa, E. 2013. Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.
PP No 8 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia
Rusman. (2010). Model-Model Pembelajaran. Bandung: Mulia Mandiri Pers.
Suhandi, A., P. Sinaga, I. Kaniawati, E. Suhendi. (2009). Efektivitas Penggunaan Media Simulasi Virtual Pada Pendekatan Pembelajaran Konseptual Interaktif Dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep Dan Meminimalkan Miskonsepsi. Jurnal Pengajaran MIPA, 13(1): 35-47
Varutharaju, E. & N. Ratnavadivel. (2014). Enhancing Higher Order Thinking Skills Through Clinical Simulation. Malayan Journal of Learning and Instruction, 11, 75-100.
Wilujeng, I., & Wibowo, H. A. C. (2021). Penalaran Ilmiah Mahasiswa Calon Guru Fisika dalam Pembelajaran Daring. Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 1(2), 46–54. https://doi.org/10.47709/educendikia.v1i2.1025
Diterbitkan
2024-06-07