ANALISIS INTENSITAS PETIR CLOUDE TO GROUND (CG) DI WILAYAH PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2022

  • Tengku Surya Ramadan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Indonesia
  • Lailatul Husna Lubis
  • Novita Sari
Kata Kunci: Arc-GIS 10.8, Interpolasi Kriging, Jumlah sambaran petir, Petir

Abstrak

Petir merupakan listrik udara yang terjadi karena pelepasan muatan listrik dari awan berupa listrik bermuatan negatif dan positif yang biasanya terjadi pada awan konvektif, Petir terbagi menjadi beberapa jenis yang salah satunya merupakan petir dengan jenis Cloud to Ground (CG) yang merupakan sambaran petir dari awan ke bumi, sehingga dapat merusak dan membahayakan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis intensitas sambaran petir (CG) di wilayah Sumatera Utara pada tahun 2022 dan menghubungkan sambaran petir terhadap curah hujan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan memanfaatkan software ArcGIS 10.8 mengunakan metode kriging sebagai interpolasi pemetaan kerapatan jumlah sambaran petir setiap Kabupaten/Kota. Data yang digunakan data real-time sehari penuh berupa database yang direkam oleh Lightning Detektor selama satu tahun. Hasil penelitian menunjukan wilayah dengan jumlah sambaran petir terbanyak terjadi di Kabupaten Deli Serdang sebesar 345168 sambaran dengan kerapatan petir >300 sambaran per kilometer persegi dan wilayah yang memiliki jumlah sambaran terendah adalah kabupaten Sibolga dengan total sambaran dalam setahun sebesar 34 sambaran petir (CG) dengan kerapatan sambaran petir <100 sambaran per kilometer persegi.

 

Referensi

BMKG. (2023,April). Buletin Perkiraan Cuaca. Tersedia dalam: https://bmkgsampali.net/buletin-prakiraan-musim
Firdaus, M. L., Nasiah, N., & Uca, U. (2021). Studi Spasiotemporal Sambaran Petir Cloud To Ground Di Kabupaten Gowa Tahun 2017-2019. Jurnal Environmental Science, 3(2). https://doi.org/10.35580/jes.v3i2.20050
Gcaba, S. T., & Hunt, H. G. P. (2024). Underestimating lightning risk due to multiple Ground Strike Point flashes. Electric Power Systems Research, 233(May), 110498. https://doi.org/10.1016/j.epsr.2024.110498
Gunawan, T., & Pandiangan, L. N. L. (2014). Analisis Tingkat Kerawanan Bahaya Sambaran Petir Dengan Metode Simple Additive Weighting Di Provinsi Bali. Jurnal Meteorologi Dan Geofisika, 15(3), 193–201. https://doi.org/10.31172/jmg.v15i3.221
Hidayat, F. D., Muliadi, M., & Adriat, R. (2018). Karakteristik dan Hubungan Aktivitas Petir Cloud To Ground dengan Curah Hujan (Studi Kasus Kota Pontianak dan Sekitarnya). Prisma Fisika, 6(3), 176–183. https://doi.org/10.26418/pf.v6i3.28906
Karta, A. (2020). Analisis Kebutuhan Sistem Proteksi Sambaran Petir Pada Gedung Bertingkat. Jurnal Teknik Elektro, 09(03), 773–780.
Khairani, L. M. D. (2024). Sains di Balik Fenomena Petir dan Solusi Penangkal Petir. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(2), 25658–25666.
Khasanah, R., & Madiazim. (2015). Analisis Pemetaan Daerah Rawan Petir Dengan Menggunakan Metode Kriging Di Wilayah Kota/Kabupaten Pasuruan. Jurnal Inovasi Fisika Indonesia, 04(3), 157–162.
Lubis, L. H., Ayundita, A. A., Sari, N., & Wardono, W. (2022). Aktivitas Seismisitas Di Wilayah Sumatera Bagian Utara Menggunakan Arc-Gis Periode 2020-2021. Jurnal Kumparan Fisika, 5(2), 91–98. https://doi.org/10.33369/jkf.5.2.91-98
Lubis, Z., Aryza, S., & Annisa, S. (2019). Metode Terbaru Perancangan Proteksi Petir Eksternal Pada Pembangkit Listrik. Journal of Electrical Technology, 1099, 26–34.
Mailoor, M. J., Pasau, G., & Bobanto, M. D. (2018). Pemetaan Distribusi Petir Untuk Wilayah Manado Tahun 2013 Dan 2014. Jurnal MIPA, 7(1), 16. https://doi.org/10.35799/jm.7.1.2018.18912
Paski, J. A. I., Permana, Y. H., & Pertiwi, yah A. S. (2017). Analisis Sebaran Petir Cloud To Ground (Cg) Di Wilayah Jabodetabek Pada Tahun 2016. VI, SNF2017-EPA-65-SNF2017-EPA-72. https://doi.org/10.21009/03.snf2017.02.epa.10
Pratama, D. A., Kurniawan, R. B., Dica, O. R., & Artikel, I. (2017). Korelasi Frekuensi Sambaran Petir Terhadap Intensitas Curah Hujan di Kota Manado Tahun 2016. Unnes Physics Journal, 6(1), 12–18.
Puspitasari, I., & Supardiyono. (2014). Analisa Pemetaan Kontur Dan Kerapatan Petir Dengan Lightning 2000 Dan Metode Kriging Di Surabaya Tahun 2000. Jurnal Fisika, 03, 39–45.
Putri, A. P. (2019). Analisis Spasial Kerapatan Sambaran Petir di Wilayah Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2012-2016.
Putri Yulia, E. (2023). Analisis Kerapatan Sambaran Petir Jenis Cloud to Ground berbasis Sistem Informasi Geografis di Wilayah Tanjung Jabung Timur. Jurnal Ilmu Dan Inovasi Fisika, 7(1), 9–19. https://doi.org/10.24198/jiif.v7i1.40387
Septiadi, D., & Hadi, S. (2011). Karakteristik Petir Terkait Curah Hujan Lebat Di Wilayah Bandung, Jawa Barat. Jurnal Meteorologi Dan Geofisika, 12(2), 163–170. https://doi.org/10.31172/jmg.v12i2.97
Septiadi, D., Hadi, S., & Bayong, T. (2011). Karakteristik Petir Dari Awan Ke Bumi Dan Hubungannya Dengan Curah Hujan. Jurnal Sains Dirgantara, 8(2), 129–138.
Tongkukut, S. H. J., & Utara, B. M. (2008). Identification of the Potential for Lightning Occurrence in North Sulawesi.
Zulfikri, Z., & Sholikhah, S. K. (2023). Dampak Kilat Terhadap Penglihatan Manusia Perspektif Al-Qur’an Dan Sains. Tanzil: Jurnal Studi Al-Quran, 5(2), 171–182. https://doi.org/10.20871/tjsq.v5i2.253
Diterbitkan
2024-12-19