Karakteristik Bahasa Teks SMS Kolom “Lapor Cik” Harian Rakyat Bengkulu
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemahaman yang tepat, mendalam, dan rinci tentang, 1) penggunaan bahasa dalam teks SMS kolom “Lapor Cik” Harian Rakyat Bengkulu, ditinjau dari sudut pandang formalitas, penggunaan bahasa gaul (slang), penyingkatan kata, (2) gaya bahasa yang digunakan dalam teks SMS kolom “Lapor Cik” Harian Rakyat Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Alat analisis yang digunakan adalah kualitatif yakni dengan menginterprestasi makna yang terkandung dalam teks SMS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) penggunaan bahasa SMS “lapor cik” terdapat beberapa penggunaan bahasa, yaitu bahasa formal dengan persentase 0,03%, penggunaan bahasa asing yang disertakan bahasa Indonesia, atau sering disebut dengan language mixing (campur bahasa) dengan persentase 0,02%, penggunaan bahasa gaul (slang) dengan persentase 0,14%, dan penyingkatan kata dengan persentase 0,34%, artinya dari keseluruhan penggunaan bahasa SMS “Lapor Cik” didominasi oleh penyingkatan kata. Kemudian, 2) penyingkatan bahasa SMS “Lapor Cik” menggunakan kliping sebagai salah satu bagian dari proses pembentukan kata baru, sedangkan dalam konteks SMS Lapor Cik, kliping digunakan tidak untuk membentuk kata-kata baru, tetapi untuk menghemat karakter dan tentu saja pulsa, dan (3) pada style (gaya) yang dapat dijumpai dalam SMS “Lapor Cik” Harian Rakyat Bengkulu yakni: (a) majas pertentangan, (b) gaya bahasa perbandingan, (c) dan gaya bahasa bertautan.
Referensi
Ariyanti, T. D. & Fentaria, I. (2017). Penggunaan Konjungsi dalam Wacana Kriminal Kolom Borgol di Surat Kabar Rakyat Bengkulu Edisi November – Desember 2016. Parafrase, 17(1), 29-40, https://doi.org/10.30996/parafrase.v17i1.1358
Badudu. J. S. (1984). Sari Kasusastraan Indonesia 2. Bandung: Pustaka Prima.
Farouq, M. A. Y. E. (2019). Analisis Peristiwa Alih Kode dan Campur Kode pada Novel Negeri 5 Menara Karya Ahmad Fuadi. Hasta Wiyata, 2(2), 14–25. doi:10.21776/ub.hastawiyata.2019.002.02.02
Keraf, G. (2004). Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Moleong, L. J. (2013). Metode Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Morelent, Y. (2013). Bahasa SMS dari Segi Grafologis, Sintaksis, dan Psikolinguistik serta Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia. Al-Ta Lim Journal, 20(3), 472–479. doi:10.15548/jt.v20i3.45
Samijayani, O. N., Rahsanjani, & Iftikar, F. (2015). Perancangan Sistem Penulisan Teks pada Running Text Menggunakan SMS. Jurnal AL-Azhar Indonesia Seri Sains dan Teknologi, 2(3), 164. doi:10.36722/sst.v2i3.137
Sirulhaq, A., & Chaer, H. (2019). Dekonstruksi Bahasa Indonesia pada Bahasa SMS. MABASAN, 5(1), 1–11. doi:10.26499/mab.v5i1.193
Sriningsih, E. (2017). Fitur Linguistik dan Non-Linguistik Penggunaan Bahasa SMS pada Siswa Smpn 4 Mataram dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah. RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa, 1(2), 298–308. doi:10.22225/jr.1.2.35.298-308
Susanti, D. (2013). Gaya Hidup Pengguna Telepon Seluler Blackberry. Manajemen Bisnis, 1(2). doi:10.22219/jmb.v1i2.1329
Syamsi, K. (2015). Perang Tarif dalam Industri Layanan Jasa Telepon Seluler: Analisis Wacana Iklan Operator Telepon Seluler di Media Massa. Diksi, 16(1). doi:10.21831/diksi.v16i1.6570
Yule, G. (1996). Pragmatik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.









